Newsindonesia - Hampir 40 persen kasus kanker dan separuh dari kematian karena penyakit ini sebenarnya dapat dicegah.
Demikian menurut hasil
penelitian terbaru dari American Cancer Society (ACS), yang mengukur dampak
dari faktor risiko yang bisa diubah pada 30 jenis kanker di antara orang
berusia di atas 30 tahun.
Faktor risiko kanker yang
dimaksud termasuk merokok, konsumsi alkohol, tidak pernah berolahraga,
kelebihan berat badan, pola makan, radiasi sinar ultraviolet, dan beberapa
infeksi virus.
Faktor risiko kanker
terbesar adalah merokok, yang menyumbang 30 persen kematian karena kanker dan
hampir 20 persen kasus kanker.
Setelah rokok, di urutan
berikutnya adalah kegemukan, radiasi sinar UV, dan malas bergerak aktif.
Kesimpulan tersebut
dihasilkan dari analisis data yang mewakili secara nasional mengenai kejadian
dan kematian kanker serta prevalensi faktor risiko untuk memperkirakan proporsi
dan jumlah kasus kanker dan kematian yang disebabkan oleh faktor risiko yang
dapat diubah.
Sementara itu, faktor
risiko kanker yang tidak bisa diubah antara lain usia, riwayat keluarga, serta
kecenderungan genetik.
Hasil penelitian ACS
tersebut menyoroti pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker dengan
melakukan pemeriksaan secara rutin.
"Pengobatan selalu
dibutuhkan dan sangat penting bagi yang membutuhkan. Namun kita juga perlu
mengutamakan tindakan personal dan sosial untuk mengurangi risiko dan mencegah
kanker," kata kepala riset kanker di Universitas Texas, AS, dr. Ernest
Hawk.
Dalam tataran personal,
yang bisa kita lakukan adalah berhenti merokok, menjaga berat badan normal,
membuat pilihan pola makan yang sehat, menghindari alkohol, dan melakukan
deteksi dini sesuai rekomendasi dokter.
